Kamis, Juli 7, 2022

Internet Bermutu Diperlukan di Tengah Pandemi

Kanalbdg.com – Ahli IT serta Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengatakan, internet nan bermutu sangat dibutuhkan saat ini karena pandemi nan memaksa setiap aktivitas menjadi serba digital, apalagi saat ini sudah dihadapkan dengan era metaverse.

“Di masa post-pandemi ini, internet menunjukkan jati dirinya sebagai pendorong transformasi digital serta lokomotif pertumbuhan ekonomi digital. Seiring dengan kebutuhan masyarakat nan kian meluas serta trend pemanfaatan internet nan ke arah metaverse, tentu kebutuhan akan internet nan dikatakan bermutu, juga mengalami perkembangan serta perubahan,” kata Heru dalam maklumat resminya, Kamis (10/3/2022).

Mantan Komisioner Fisik Regulasi Telekomunikasi Indonesia dua periode itu menambahkan bahwa secara biasa, kecepatan unduh serta unggah nan ditawarkan menjadi parameter nan akan jadi perhatian dini saat memilih penyedia layanan internet.

“Perbedaan kecepatan penawaran buat download internet nan ditawarkan provider dengan realita nan didapat konsumen, saat ini menjadi salah esa unsur baru menentukan kualitas layanan internet nan ditawarkan penyedia,” ujarnya.

Melafalkan Juga:
Kecepatan Internet di Indonesia Dikenal Lambat, Mampukah Ikuti Tren Metaverse?

“Ini diistilahkan dengan throughput performance. Lewat parameter ini memperoleh diketahui penyedia internet mana nan menawarkan layanan sesuai fakta serta mana nan sekadar instrumen berjualan atau gimmick ke pelanggan,” lanjut beliau.

Heru kemudian memaparkan laporan riset nan dilakukan Enciety Business Consult terkait Quality of Service (QoS) provider fixed broadband melalui Direct Observation di 8 (delapan) kota di Indonesia, merupakan Medan, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Balikpapan, serta Makassar terkait throughput performance.

Hasilnya, ditemui lima provider dengan rata-rata throughput performance paling bagus merupakan IndiHome (102 persen), diikuti MyRepublic (96 persen), CBN (84 persen), Oxygen (82 persen), serta Firstmedia (80 persen). Fana Biznet mempunyai rata-rata throughput performance 33 persen.

Spesifik buat Jakarta, berdasarkan riset pada dini Februari lampau, dari segi kecepatan unduh, pelanggan Paket 85 Mbps Biznet mendapatkan rata-rata kecepatan download sebesar 30,2 Mbps dengan throughput 36 persen. Fana itu, Paket 50 Mbps MyRepublic mempunyai rata-rata kecepatan download 44,2 Mbps dengan throughput 88 persen.

Sedangkan buat Indihome, kebanyakan pelanggan tetap berlangganan paket 20 Mbps ke penjagapintu dengan mendapatkan rata-rata kecepatan unduh 20,6 Mbps dengan throughput 103 persen.

Melafalkan Juga:
Metaverse Mungkinkan Nasabah Akses Layanan Perbankan Darimana Saja

Selain itu, menurut Heru, untuk mensupport tantangan kebutuhan serta trend maraknya layanan data berbasis video streaming, gims, e-sport serta video conference, serta pemanfaatan internet ke arah metaverse, parameter lain nan perlu menjadi perhatian ialah latensi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.