Kamis, Juli 7, 2022

Kemenag Jawab Kritik Label Halal ‘Jawa Sentris’: Representasi Budaya Indonesia

Kanalbdg.com – Usai gaduh kritik label halal di media sosial, Kementerian Religi menyebut, pemilihan bentuk gunungan serta batik lurik dalam label Halal Indonesia nan dikeluarkan Fisik Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) bukan berarti Jawa sentris.

“Pemilihan label halal nan menggunakan media gunungan wayang serta batik lurik itu tak betul kalau dikatakan Jawa sentris,” ujar Kepala Pusat Registrasi Sertifikasi Halal pada Fisik Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag Mastuki, Senin (14/3/2022).

Pemilihan bentuk gunungan wayang ini memancing beranekamacam reaksi dari masyarakat. Label halal nan baru ini dianggap malah tak memudahkan masyarakat dalam mengenali produk halal.

Pada bentuk lambat nan dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pengenalan kehalalan produk lewat logo terlihat jernih karena menggunakan bahasa Arab dalam penulisan halalnya.

Melafalkan Juga:
Kementerian Religi RI Resmikan Logo Halal “Baru”, Warganet: Mirip Gunungan Wayang

Sedangkan pada bentuk baru, menggunakan kaligrafi serta berbentuk gunungan wayang. Kendati eksis tulisan latin Halal Indonesia di penjagapintu kaligrafi halal, akantetapi masyarakat tetap belum dapat menerima bentuk dari logo terbaru.

Mastuki menjelaskan tiga hal nan menjadi landasan pemilihan logo baru. Pertama, bagus wayang maupun batik sudah menjadi warisan Indonesia nan diakui bumi. Keduanya ditetapkan UNESCO sebagai warisan kemanusiaan buat budaya non bendawi (intangible heritage of humanity).

Bagi BPJPH, bagus batik maupun wayang merupakan representasi budaya Indonesia nan bersumber dari tradisi, persilangan budaya serta hasil peradaban nan berkembang di daerah Nusantara.

“Wayang ditetapkan (UNESCO) pada 2003, sedang batik ditetapkan enam tahun kemudian, adalah pada 2009,” ujar Mastuki.

Penyebab seterusnya, gunungan wayang tak hanya dikenakan di Jawa. Menurutnya, dalam sejumlah tradisi masyarakat nan lekat dengan wayang, juga menggunakan gunungan. Ia mencontohkan wayang Bali serta wayang Sasak nan sama-sama menggunakan gunungan.

Melafalkan Juga:
Pendakwah Derry Sulaiman Sebut Logo Halal Mirip Wayang, Bagi nan Mengerti Ini Jawanisasi Logo Halal!

“Wayang golek nan berkembang di Sunda juga menggunakan gunungan,” kata beliau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.