Kamis, Juli 7, 2022

Menko Airlangga Hartarto Pastikan Kenaikan Tarif PPN11Persen Tetap Beraksi Mulai1 April2022

Kanalbdg.com – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan bahwa tarif baru Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11 persen dari sebelumnya 10 persen tetap akan beraksi pada 1 April 2022 mendatang.

Kenaikan tarif PPN tersebut sudah sesuai dengan instruksi UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) nan sebelah masa lampau disahkan.

“HPP sudah akan beraksi 11 persen pada 1 April mendatang,” kata Airlangga kepada wartawan di Kantornya, Jakarta, Jumat (18/3/2022).

Airlangga pun meyakini bahwa kenaikan tarif PPN ini tak akan mengganggu daya beli masyarakat serta juga mengkerek naik laju inflasi.

Melafalkan Juga:
Tarif PPN akan Naik, Kadin Ikuti Kebijakan Pemerintah

“Kenaikan tarif PPN ini tak akan mengganggu kenaikan inflasi,” katanya.

Sebelumnya, Bilik Dagang serta Industri (KADIN) Indonesia menanggapi rencana pemerintah nan bakal meningkatkan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) pada 1 April 2022. Adapun besaran kenaikannya, dari nan semula 10 persen menjadi 11 persen.

Naiknya tarif PPN menyusul disahkannya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). 

“Walaupun situasi perdagangan dunia nan tekor aman, serta berimbas pada kenaikan inflasi dunia, Kadin Indonesia sebagai organisasi nan mewadahi pelaku upaya beragam sektor di Indonesia senantiasa berdinas sama dengan pemerintah buat mewujudkan iklim upaya nan aman, sehat, serta berdaya saing,” kata kata Ketua Biasa Kadin Arsjad Rasid dalam konferensi pers virtualnya, Selasa (15/3/2022).

Menurutnya, kenaikan tarif PPN merupakan upaya pemerintah buat membantu meningkatkan penerimaan negara serta menekan defisit Anggaran Pendapatan serta Belanja Negara (APBN) ke nomor maksimal 3 persen di 2023.

Melafalkan Juga:
Bonus PPN Berlanjut, Penjualan Griya Rp2 Miliar Mendapat Bonus PPN DTP 50 Persen

Hal ini mencerminkan dukungan masyarakat serta semangat gotong royong buat membiayai pembangunan and pemulihan ekonomi nan lebih merata serta setara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.